Kisah inspiratif menjalankan ibadah
Umat akhir zaman adalah umat kita, umat
Nabi Muhammad SAW. Kita sebagai umat akhir zaman memiliki perlakuan khusus dari
sang Khaliq, berbeda dengan umat umat terdahulu yang melakukan dosa langsung
diazab ketika itu juga, alcontoh kaum Tsamud yang langsung diratakan dengan
tanah karena menyembelih unta betina yang akan minum dan mendustakan Rosul
mereka (Saleh). Sedangkan kita, umat akhir zaman, sebesar apapun dosa yang
dilakukan, azab kita ditangguhkan hingga hari kiamat nanti. Oleh karena itu,
umat akhir zaman tidak dinilai dari kehidupan awalnya, tapi dinilai dari
kehidupan terakhirnya, apakah dia sempat taubat sebelum meninggal atau tidak
sama sekali?.
Berikut kisah dua
bersaudara yang bertolak belakang;
Disebuah rumah bertingkat dua, tinggal
lah dua orang saudara kandung, bernama Zubair dan Zubaer. Zubair menempati
tingkat atas, ia sangat rajin beribadah seperti, shalat wajib, shalat sunnah,
baca Al – Qur’an, bershalawat dan berkelakuan baik. Sedangkan adiknya (Zubaer)
menempati tingkat bawahnya. Zubaer ini sangatlah bertolak belakang dengan
Zubair, ia selalu berbuat maksiat, membawa perempuan kerumahnya, berjudi,
mabuk, dan berkelakuan buruk.
Pada suatu hari, saat Zubair sedang
membaca Al – Qur’an, Zubaer malah membuat kebisingan, berupa memutar lagu lagu
yang gak jelas ditambah volume yang tinggi. Zubair tidak tinggal diam, ia turun
dari tempatnya dan berusaha menghentikan adiknya itu.
“Zubaer,, maaf, di atas saya sedang
membaca Al – Qur’an, bisakah kau mengecilkan volume musikmu itu? Atau alangkah baiknya
kau ikut denganku membaca Qur’an bersama?”
“Cih! Urusi saja urusanmu Kak!, kembali
sanah! ganggu aja!”
“Astagfirulloh” kata Zubair dalam hati
sambil kembali keatas.
Tahun demi tahun pun berganti, Zubaer terus
membuat Zubair kesal. Namun, Zubair tetap sabar dalam menghadapinya. Hingga
suatu saat, kedua saudara kandung itu bosan dengan yang sering dilakukannya.
Zubair bosan beribadah, Zubaer bosan bermaksiat. Kemudian, Zubaer menghampiri
kakaknya dan berkata;
“kak, aku bosan dengan perbuatanku selama
ini, tolong bimbinglah aku kejalan yang benar lagi”
“alhamdulillah,,,baiklah Zubaer, kakak
akan selalu mengajarkanmu”
Hari demi hari, Zubaer
belajar mengaji, shalat dan berkelakuan baik. Sementara itu Zubair mulai
dirasuki setan dan berfikir “Aku sudah banyak melakukan kebaikan, aku bosan.
Aku akan mencoba bermaksiat”. Dicobalah maksiat olehnya, dibantu dengan setan,
Zubair merasakan kenikmatan maksiat. Pada suatu hari, kebalikan pun terjadi,
dimana bisanya Zubair yang menasehati Zubaer, kini malah Zubaer yang mengingat
kan Zubair.
“astagfirulloh, Kak! Kenapa kakak
melakukan hal keburukan seperti aku dulu?,, kamu tau sendiri kan bahwa itu dosa
besar?”
“alah kau jangan so tau deh, baru aja belajar
dikit udah berani menggurui kakak”
“aku bukan menggurui, aku mengingatkan
kakak”
“ah sudahlah kau kembali saja ke bawah,
sebentar lagi kan adzan, shalat dulu sana!”
Zubaer pun sedih dan kembali kebawah.
Adzan berkumandang, Zubair semakin keras menyetel musiknya. Ditengah
keberisikan Zubair, Zubaer tetap melaksanakan shalat. Saat Zubaer shalat di
rakaat kedua, terjadi gempa bumi, dan seketika rumah itu roboh. Zubaer dan
Zubairpun meninggal.
Zubaer telah bertaubat
sehingga kematiannya itu syahid (karena meninggal saat kondisi sedang shalat).
Sedangkan Zubair meninggal dalam kondisi Su’ul Khatimah (kematian yang buruk)
karena dia meninggal saat ia jauh dengan Allah.
Dari kisah diatas,
dapat kita simpulkan bahwa yang awalnya baik, akhir hidupnya bisa saja menjadi
buruk. Maka dari itu, berlomba-lomba lah melakukan yang terbaik dan jadilah
orang yang beruntung serta beristiqamah lah. “barang siapa yang hari lebih baik
dari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung, dan barang siapa yang hari
ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang rugi (Al-Hadits)”.
Semoga artikel ini
bermanfaat...^_^
#LOVEMUSLIM
Komentar
Posting Komentar